Biaya Makan Mencapai Rp. 1 Milyar
Posted by diposting oleh apindo-tarakan pada
18.47 on Senin, 25 Agustus 2008
Terkait dengan wacana kenaikan UMP yang sampai saat ini masih menunggu keputusan PTUN, kemarin, pihak Kanaker Tarakan dan APINDO Tarakan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke salah satu perusahaan yang bakal menerapkan kenaikan UMP tersebut, PT. Intracawoof Manufacturing.
Dari hasil sidak tersebut, didapati bahwa seluruh karyawan perusahaan kayu lapis tersebut telah mendapatkan haknya dengan baik utamanya dalam urusan perut. Dimana, selama satu hari untuk tiga shift operasi kerja diberikan jatah makan tiga kali dengan menu yang berbeda. Pada jatah makan kedua, pukul 12.30 wita karyawan rendahan dan borongan mendapatkan jatah makan ikan kering, nasi, sayur.
"Fasilitas makan ini kami berikan secara gratis kepada seluruh karyawan, tak ada yang dipunguti biaya karena perusahaan menanggungnya", ungkap GM Pt. Intracawood Manufacturing, Gunawan.
Dia menyebutkan atas jatah makan ini, karyawan tidak dipotong gajinya. Sementara itu, untuk jenis menu sajian yang sering kali dikeluhkan karyawan, Gunawan merasa hal tersebut tergantung daripada kondisi bahan baku dapur yang tersedia di pasar dan kondisi cuaca Kota Tarakan. Kedua hal ini sangat berpengaruh kepada ketersediaan jenis menu yang akan disajikan dan ketahanan bahan baku pangan yang akan disajikan kepada karyawan. Perusahaan ini memiliki karyawan sebanyak 3 ribu lebih, diperkirakan dalam satu bulan dana yang dikeluarkan perusahaan untuk membiayai makan karyawan mencapai Rp. 1 Milyar lebih.
"Kami butuh bahan baku yang cukup banyak dan kami memperoleh dari pedagang yang ada di sejumlah pasar di Tarakan. Akibatnya sering kali pasar tak mampu menyediakan kebutuhan kami tersebut, dari itulah terkadang menu selalu sama saja", jelasnya.
Pihaknya selalu berusaha mengevaluasi kualitas makanan yang disajikan melalui saran yang disampaikan oleh karyawan dan lainnya.
Dari hasil sidak tersebut, didapati bahwa seluruh karyawan perusahaan kayu lapis tersebut telah mendapatkan haknya dengan baik utamanya dalam urusan perut. Dimana, selama satu hari untuk tiga shift operasi kerja diberikan jatah makan tiga kali dengan menu yang berbeda. Pada jatah makan kedua, pukul 12.30 wita karyawan rendahan dan borongan mendapatkan jatah makan ikan kering, nasi, sayur.
"Fasilitas makan ini kami berikan secara gratis kepada seluruh karyawan, tak ada yang dipunguti biaya karena perusahaan menanggungnya", ungkap GM Pt. Intracawood Manufacturing, Gunawan.
Dia menyebutkan atas jatah makan ini, karyawan tidak dipotong gajinya. Sementara itu, untuk jenis menu sajian yang sering kali dikeluhkan karyawan, Gunawan merasa hal tersebut tergantung daripada kondisi bahan baku dapur yang tersedia di pasar dan kondisi cuaca Kota Tarakan. Kedua hal ini sangat berpengaruh kepada ketersediaan jenis menu yang akan disajikan dan ketahanan bahan baku pangan yang akan disajikan kepada karyawan. Perusahaan ini memiliki karyawan sebanyak 3 ribu lebih, diperkirakan dalam satu bulan dana yang dikeluarkan perusahaan untuk membiayai makan karyawan mencapai Rp. 1 Milyar lebih.
"Kami butuh bahan baku yang cukup banyak dan kami memperoleh dari pedagang yang ada di sejumlah pasar di Tarakan. Akibatnya sering kali pasar tak mampu menyediakan kebutuhan kami tersebut, dari itulah terkadang menu selalu sama saja", jelasnya.
Pihaknya selalu berusaha mengevaluasi kualitas makanan yang disajikan melalui saran yang disampaikan oleh karyawan dan lainnya.

